Sunday, 4 June 2017

DIFFERENCE

Inter-Relasi :
A . Toleransi
B. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
C. Habib Rizieq Shibab
D. Agama

Pokok Pikiran di Paragaraf:
1. Toleransi Menurut Saya
2. Toleransi Di Indonesia
3. Kasus Basuki Tjahaja Purnama
4. Keterlibatan Agama dalam konflik Politik
5. Kasus Habib Rizieq Shibab
6. Perbedaan Toleransi
7. Kesimpulan

 DIFFERENCE

               Manusia adalah makhluk individu yang mempunyai kepribadian masing-masing. Manusia dituntut untuk berinteraksi dengan individu lainnya untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam kehidupan di masyarakat, setiap individu dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda karakter dan perbedaan agama. Antar individu pasti mempunyai sikap toleransi atau menghormati antar umat bergagama dengan porsi yang berbeda-beda.
               Terkait dengan toleransi antar umat beragama, terutama di Indonesia. Saya melihat sikap toleransi mereka masih belum bisa dikatakan dengan baik. Kenapa begitu? Karena antar individu masih lebih mementingkan agama mereka masing-masing. Pada setiap individu harus lebih meningkatkan sikap toleransi. Karena toleransi mencegah perpecahan antar umat beragama.
               Saya mengambil kasus penistaan agama yang di lakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok). Ahok kemarin sempat mengajukan banding untuk mengurangi hukumannya, tetapi Ahok membatalkan banding tersebut dengan alasan untuk membuat tenang situasi yang ramai itu. Ya ini, salah satu sikap toleransi individu dengan kelompok yang bisa dikatakan sangat baik. Karena Ahok, lebih mengutamakan kelompok atau individu lain agar mereka ‘senang’.
               Terkait kasus di atas, kita bisa melihat perbedaan agama masih menjadi masalah bagi masyarakat Indonesia. Seakan Negara ini ingin dijadikan Negara Islam yang seharusnya kita berpegang teguh kepada semboyan Pancasila yaitu Bhineka Tunggal Eka. Kasus ini juga seakan Agama ikut campur dengan urusan politik. Padahal Agama dan Politik tidak bisa disatukan, karena bisa menimbulkan perpecahan atau konflik yang sangat serius.
               Ada kasus lain yang masih hangat di telinga masyarakat Indonesia yaitu, kasus ketua Front Pembela Islam (FPI) Habieb Rizieq tentang pergi dari Indonesia dan kasus pornografi.  Habib Rizieq adalah ketua FPI sampai saat ini, tetapi dia tersandung kasus yang sampai saat ini belum terselesaikan. Karena Habib Rizieq ‘belum’ pulang ke Indonesia dengan berbagai alasan. Seharusnya sikap yang ditunjukan oleh Habib Rizieq tidak seperti itu, Karena dia Ketua Front Pembela Islam (FPI) yang mempunyai pengikut yang cukup banyak.
               Dari Kasus di atas Habib Rizieq terlihat tidak memiliki sikap toleransi. Di liat dari dia meninggalkan Indonesia dari dia umrah sampai sekarang dan kabarnya dia malah memperpanjang visa di Saudi Arabia. Berbeda dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dia berani menghadapi masalah yang dia dapat dengan sangat berwibawa. Meskipun dia seperti di terror oleh ribuan massa yang kontra terhadap Ahok. Seharusnya Rizieq meniru sikap toleransi yang di lakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
               Jadi bisa di simpulkan dari kasus kasus di atas, bahwa toleransi itu sangat penting. Karena bila kita tidak menerapkan toleransi tersebut bisa membuat perpecahan. Tetapi pada dasarnya semua manusia memiliki toleransi, tapi berbeda-beda bobotnya. Semua masyarakat Indonesia wajib meningkatkan toleransi tersebut karena kita memiliki berbagai perbedaan agama dan kebudayaa.

               

Wednesday, 3 May 2017

Keroncong Masa Kini


Inter-relasi :

A.      Musik

B.      Sejarah Musik Keroncong

C.      Musik Keroncong Saat in

D.     Payung Teduh

Pokok Pikiran di Paragraf :

1.      musik keroncong

2.      sejarah musik keroncong

3.      perubahan musik keroncong di era modern

4.      payung teduh termasuk musisi keroncong di era modern

Keroncong Masa Kini

            Ada berbagai jenis karya seni, di dalam karya seni terdapat unsur keindahan. Contohnya adalah musik, musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa yang mengandung irama yang indah. Dari berbagai genre musik yang ada salah satunya adalah Musik Keroncong. Musik keroncong adalah jenis musik khas indonesia yang menggunakan instrumen musik dawai, flut, dan vokal. Musik keroncong salah satu aliran musik yang sudah ada di bumi nusantara sejak jaman portugis, bahkan sudah di kenal luas pada saat indonesia menjelang merdeka.

            Sejarah musik keroncong pada mulanya berasal dari portugis yang kemudian masuk ke indonesia pada tahun 1500an. Pada jaman dahulu musik keroncong di mainkan pada saat istirahat setelah bekerja dan bertani. Para tawanan portugis itu menghibur diri dengan bernyanyi dan bersenandung dengan kesenian yang mereka bawa dari Negeri asalnya. Menjelang kemerdekaan, kegemaran masyarakat akan musik keroncong semakin menjadi. Grup-grup keroncong tumbuh subur di plosok nusantara. Pada saat itu masyarakat dapat menikmati musik keroncong melalui pertunjukan langsung dan dengan mendengarkan siaran radio.

            Musik keroncong saat ini sudah mengalami banyak perkembangan baik dari irama musik, tema lagu maupun alat musik yang mengiringinya. Dengan beberapa inovasi pada aransemen lagu dan alat musik yang digunakan, syair-syair lagu keroncong lama di garap lagi dengan lagu keroncong versi baru. Dan musik ini digemari berbagai kalangan baik tua maupun muda. Walaupun masih berpegang pada patokan musik keroncong, tetapi seniman musik keroncong saat ini sudah banyak melakukan modernisasi terhadap irama musik dan isi lagu tersebut. Pada era sekarang musik keroncong berisi tentang syair-syair cinta anak muda contohnya adalah payung teduh.

            Lewat payung teduh kita bisa mengenal musik keroncong di era modern sekarang ini. Lagu-lagu yang di bawanya pun mempunyai lirik yang kuat tentang cinta bukan seperti keroncong yang dulu,liriknya lebih membawa destinasi atau tempat hiburan lewat lagunya. Tetapi berbeda dengan payung teduh sekarang ini liriknya pun mengikuti jaman yang ada seperti lagu berdua saja,yang menceritakan sepasang kekasih dalam suasana mereka. Dan alunan yang dibawakan payung teduhpun lebih smooth berbeda dengan musik keroncong sebelumnya,kita bisa lihat itu di dalam lagunya payung teduh,resah,masa kecil. Meskipun begitu tetap saja payung teduh beralirkan keroncong,dan tidak mengubah unsur tetapi lebih mengembangkannya,dan tidak menghilangkan unsur keindahan musik pada keroncong.


Daftar pustaka :
Herry Lisbijanto. (2013). Musik Keroncong. Yogyakarta (INA). Graha Ilmu.

Tuesday, 4 April 2017

Rokok Bukan Solusi dari Masalah

Rokok merupakan kebetuhan pokok bagi pecandu,tapi mereka lupa akan bahayanya rokok yang akan menyerang dimasa tua,sekarang rokok sudah mulai dihisiap dikalangan pelajar mereka semua lupa akan kesehatan dikarenakan tugas yang menumpuk dan banyak pikiran yang menajadi alasan sebagian mahasiswa atau pelajar,karena alasan tersebut perokok diindonesia mulai menaik.

Menurut data obeservasi dilapangan rata rata perokok mulai menghisap rokok saat waktu smp alasan itu berbagai macam,tapi alasan yang paling banyak adalah karena pergaulan yang membuat mereka menjadi perokok,sedangkan beberapa orang menjawab karena beratnya tugas disekolah yang membuat mereka merokok untuk membantu mengerjakan tugas.

   “saya mulai merokok dari smp karena awalnya pergaulan yang membuat saya ingin mencicipin rokok,dan lama kelamaan saya menjadi pencandu, saya sudah pernah mencoba berhenti merokok tapi rasanya ada yang kurang saat saya tidak merokok terutama saat mengerjakan tugas” ujar ramadhan bagas mahasiswa ikom umm. “awalnya saya orang yang benar benar anti rokok, di tawarin oleh siapapun saya menolaknya. Tetapi ada satu titik yang membuat saya menjadi pecandu rokok, saat melihat nilai ujian nasional yang anjlok dan sangat jauh dari ekspektasi saya” ujar Aldiansyah Gilang mahasiswa Universitas Brawijaya

        Jika dulu suku indian menghisap rokok sebagai ritual dan pelepas rasa lelah sekarang rokok menjadi gaya hidup.alasan perokok adalah untuk menenangkan diri dan sebagainya ternyata rokok memang bisa memberikan rasa tenang dan juga menghilangkan rasa stress. Hal itu karena rokok terbuat dari daun tembakau yang mengandung nikotin,nikotin merupakan bahan yang mempunyai aktivitas biologi yang secara potensial akan menaikan tekanan darah dan memacu denyut jantung dan zat akdiktif yang terdapat pada nikotin juga membuat perokok menjadi ketergantungan,dan dengan kata lain rokok sangat berbahaya bagi kehidupan,meskipun sedikit nikotin yang masuk tapi secara bertahap akan mempengaruhi pada saluran pernapasan. Nikotin dalam jumlah besar juga menyebabkan penyakit kangker. Sumber: Mengenal Rokok dan Bahayanya, Teddie Sukmana,2009.

      Kesimpulan dikalangan remaja rokok menjadi kebutuhan untuk membantu mereka meringankan masalah soal tugas dan sebagainya,dan didalam rokok terdapat zat yang bernama nikotin yang membuat penggunanya merasakan tenang,dan dalam jumlah yang besar rokok akan berbahaya bagi kesehatan.

Wednesday, 29 March 2017

Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat

Kalimat Majemuk Setara
Penggabungan : Saya dan teman saya perokok

Pertentangan : Saya perokok sedangkan mama saya melarangnya

Pemilihan : Saya berhenti merokok atau rokok menghentikan hidup saya

Penguatan : Merokok berbahaya bahkan rokok mempunyai banyak penyakit


Kalimat Majemuk Bertingkat
Waktu : Saya sudah merokok saat di SMA

Sebab : Nafas saya menjadi pendek karena sering merokok

Akibat : terlalu sering saya merokok sehingga menjadi mudah cape

Syarat : Saya bisa berhenti merokok apabila harga rokok di tinggikan

Perlawanan : Pemerintah seharusnya menaikan harga rokok meskipun kedepannya banyak pro dan kontra

Pengandaian : Saya mungkin bisa lebih baik dalam segi kesehatan seandainya tidak ada rokok di dunia ini

Tujuan : Rokok bertujuan untuk menghilangkan stress

Perbandingan : Kematian akibat merokok setiap tahunnya meningkat ibarat pemerintah harus memiliki solusi yang jitu untuk mengurangi akibat tersebut

Pembatasan : Semua jenis rokok bisa kita beli kecuali rokok jenis 'lain'

Wednesday, 15 March 2017

Tugas Bahasa Indonesia Profesi

Haloo aku kali ini akan menulis blog untuk memenuhi tugas. Nah di tugas ini aku akan mengambil kata "rokok"

Kata :
Rokok

Frasa :
Dampak dari merokok

Hipotesa :
Rokok membuat sebagian remaja kecanduan

Data:
1. Rokok menjadi salah satu pilihan ketika remaja sedang merasa suntuk atau memiliki masalah
2. Remaja menjadi pecandu rokok karena terpengaruh teman
3. Rokok mempunyai sensasi tersendiri di kalangan remaja


Wednesday, 1 March 2017

Pelajaran Mengarang

Pelajaran mengarang sudah dimulai.
Kalian punya waktu 60 menit”, ujar Ibu Guru Tati.
Anak-anak kelas V menulis dengan kepala hampir menyentuh meja. Ibu Guru Tati menawarkan tiga judul yang ditulisnya di papan putih. Judul pertama “Keluarga Kami yang Berbahagia”. Judul kedua “Liburan ke Rumah Nenek”. Judul ketiga “Ibu”.
Ibu Guru Tati memandang anak-anak manis yang menulis dengan kening berkerut. Terdengar gesekan halus pada pena kertas. Anak-anak itu sedang tenggelam ke dalam dunianya, pikir Ibu Guru Tati. Dari balik kaca-matanya yang tebal, Ibu Guru Tati memandang 40 anak yang manis, yang masa depannya masih panjang, yang belum tahu kelak akan mengalami nasib macam apa.
Sepuluh menit segera berlalu. Tapi Sandra, 10 Tahun, belum menulis sepatah kata pun di kertasnya. Ia memandang keluar jendela. Ada dahan bergetar ditiup angin kencang. Ingin rasanya ia lari keluar dari kelas, meninggalkan kenyataan yang sedang bermain di kepalanya. Kenyataan yang terpaksa diingatnya, karena Ibu Guru Tati menyuruhnya berpikir tentang “Keluarga Kami yang Berbahagia”, “Liburan ke Rumah Nenek”, “Ibu”.  Sandra memandang Ibu Guru Tati dengan benci.
Setiap kali tiba saatnya pelajaran mengarang, Sandra selalu merasa mendapat kesulitan besar, karena ia harus betul-betul mengarang. Ia tidak bisa bercerita apa adanya seperti anak-anak yang lain. Untuk judul apapaun yang ditawarkan Ibu Guru Tati, anak-anak sekelasnya tinggal menuliskan kenyataan yang mereka alami. Tapi, Sandra tidak, Sandra harus mengarang. Dan kini Sandra mendapat pilihan yang semuanya tidak menyenangkan.
Ketika berpikir tentang “Keluarga Kami yang Berbahagia”, Sandra hanya mendapatkan gambaran sebuah rumah yang berantakan. Botol-botol dan kaleng-kaleng minuman yang kosong berserakan di meja, di lantai, bahkan sampai ke atas tempat tidur. Tumpahan bir berceceran diatas kasur yang spreinya terseret entah ke mana. Bantal-bantal tak bersarung. Pintu yang tak pernah tertutup dan sejumlah manusia yang terus menerus mendengkur, bahkan ketika Sandra pulang dari sekolah.
“Lewat belakang, anak jadah, jangan ganggu tamu Mama,” ujar sebuah suara  dalam ingatannya, yang ingin selalu dilupakannya.
***
  
Lima belas menit telah berlalu. Sandra tak mengerti apa yang harus dibayangkanya tentang sebuah keluarga yang berbahagia.
“Mama, apakah Sandra punya Papa?”
“Tentu saja punya, Anak Setan! Tapi, tidak jelas siapa! Dan kalau jelas siapa belum tentu ia mau jadi Papa kamu! Jelas? Belajarlah untuk hidup tanpa seorang Papa! Taik Kucing dengan Papa!”
Apakah Sandra harus berterus terang? Tidak, ia harus mengarang. Namun ia tak punya gambaran tentang sesuatu yang pantas ditulisnya.
Dua puluh menit berlalu. Ibu Guru Tati mondar-mandir di depan kelas. Sandra mencoba berpikir tentang sesuatu yang mirip dengan “Liburan ke Rumah Nenek” dan yang masuk kedalam benaknya adalah gambar seorang wanita yang sedang berdandan dimuka cermin. Seorang wanita dengan wajah penuh kerut yang merias dirinya dengan sapuan warna yang serba tebal. Merah itu sangat tebal pada pipinya. Hitam itu sangat tebal pada alisnya. Dan wangi itu sangat memabukkan Sandra.
“Jangan Rewel Anak Setan! Nanti kamu kuajak ke tempatku kerja, tapi awas, ya? Kamu tidak usah ceritakan apa yang kamu lihat pada siapa-siapa, ngerti? Awas!”
Wanita itu sudah tua dan menyebalkan. Sandra tak pernah tahu siapa dia. Ibunya memang memanggilnya Mami. Tapi semua orang didengarnya memanggil dia Mami juga. Apakah anaknya begitu banyak? Ibunya sering menitipkan Sandra pada Mami itu kalau keluar kota berhari-hari entah ke mana.
Di tempat kerja wanita itu, meskipun gelap, Sandra melihat banyak orang dewasa berpeluk-pelukan sampai lengket. Sandra juga mendengar musik yang keras, tapi Mami itu melarangnya nonton.
“Anak siapa itu?”
“Marti.”
“Bapaknya?”
“Mana aku tahu!”
Sampai sekarang Sandra tidak mengerti. Mengapa ada sejumlah wanita duduk diruangan kaca ditonton sejumlah lelaki yang menujuk-nunjuk mereka.
“Anak kecil kok dibawa kesini, sih?”
“Ini titipan si Marti. Aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian dirumah. Diperkosa orang malah repot nanti.”
Sandra masih memandang keluar jendela. Ada langit biru diluar sana. Seekor burung terbang dengan kepakan sayap yang anggun.
***
Tiga puluh menit lewat tanpa permisi. Sandra mencoba berpikir tentang “Ibu”. Apakah ia akan menulis tentang ibunya? Sandra melihat seorang wanita yang cantik. Seorang wanita yang selalu merokok, selalu bangun siang, yang kalau makan selalu pakai tangan dan kaki kanannya selalu naik keatas kursi.
Apakah wanita itu Ibuku? Ia pernah terbangun malam-malam dan melihat wanita itu menangis sendirian.
“Mama, mama, kenapa menangis, Mama?”
Wanita itu tidak menjawab, ia hanya menangis, sambil memeluk Sandra. Sampai sekarang Sandra masih mengingat kejadian itu, namun ia tak pernah bertanya-tanya lagi. Sandra tahu, setiap pertanyaan hanya akan dijawab dengan “Diam, Anak Setan!” atau “Bukan urusanmu, Anak Jadah” atau “Sudah untung kamu ku kasih makan dan ku sekolahkan baik-baik. Jangan cerewet kamu, Anak Sialan!”
Suatu malam wanita itu pulang merangkak-rangkak karena mabuk. Di ruang depan ia muntah-muntah dan tergelatak tidak bisa bangun lagi. Sandra mengepel muntahan-muntahan itu tanpa bertanya-tanya. Wanita yang dikenalnya sebagai ibunya itu sudah biasa pulang dalam keadaan mabuk.
“Mama kerja apa, sih?”
Sandra tak pernah lupa, betapa banyaknya kata-kata makian dalam sebuah bahasa yang bisa dilontarkan padanya karena pertanyaan seperti itu.
Tentu, tentu Sandra tahu wanita itu mencintainya. Setiap hari minggu wanita itu mengajaknya jalan-jalan ke plaza ini atau ke plaza itu. Di sana Sandra bisa mendapat boneka, baju, es krim, kentang goreng, dan ayam goreng. Dan setiap kali makan wanita itu selalu menatapnya dengan penuh cinta dan seprti tidak puas-puasnya. Wanita itu selalu melap mulut Sandra yang belepotan es krim sambil berbisik, “Sandra, Sandra …”
Kadang-kadang, sebelum tidur wanita itu membacakan sebuah cerita dari sebuah buku berbahasa inggris dengan gambar-gambar berwarna. Selesai membacakan cerita wanita itu akan mencium Sandra dan selalu memintanya berjanji menjadi anak baik-baik.
“Berjanjilah pada Mama, kamu akan jadi wanita baik-baik, Sandra.”
“Seperti Mama?”
“Bukan, bukan seperti Mama. Jangan seperti Mama.”
Sandra selalu belajar untuk menepati janjinya dan ia memang menjadi anak yang patuh. Namun wanita itu tak selalu berperilaku manis begitu. Sandra lebih sering melihatnya dalam tingkah laku yang lain. Maka, berkelebatan di benak Sandra bibir merah yang terus menerus mengeluaran asap, mulut yang selalu berbau minuman keras, mata yang kuyu, wajah yang pucat, dan pager …
Tentu saja Sandra selalu ingat apa yang tertulis dalam pager ibunya. Setiap kali pager itu berbunyi, kalau sedang merias diri dimuka cermin, wanita itu selalu meminta Sandra memencet tombol dan membacakannya.
     
DITUNGGU DI MANDARIN
KAMAR: 505, PKL 20.00

   
Sandra tahu, setiap kali pager ini menyebut nama hotel, nomor kamar, dan sebuah jam pertemuan, ibunya akan pulang terlambat. Kadang-kadang malah tidak pulang sampai dua atau tiga hari. Kalau sudah begitu Sandra akan merasa sangat merindukan wanita itu. Tapi, begitulah , ia sudah belajar untuk tidak pernah mengungkapkanya.
***
Empat puluh menit lewat sudah.
“Yang sudah selesai boleh dikumpulkan,” kata Ibu guru Tati.
Belum ada secoret kata pun di kertas Sandra. Masih putih, bersih, tanpa setitik pun noda. Beberapa anak yang sampai hari itu belum mempunyai persoalan yang teralalu berarti dalam hidupnya menulis dengan lancar. Bebarapa diantaranya sudah selesai dan setelah menyerahkannya segera berlari keluar kelas.
Sandra belum tahu judul apa yang harus ditulisnya.
“Kertasmu masih kosong, Sandra?” Ibu Guru Tati tiba-tiba bertanya.
Sandra tidak menjawab. Ia mulai menulis judulnya: Ibu. Tapi, begitu Ibu Guru Tati pergi, ia melamun lagi. Mama, Mama, bisiknya dalam hati. Bahkan dalam hati pun Sandra telah terbiasa hanya berbisik.
Ia  juga hanya berbisik malam itu, ketika terbangun karena dipindahkan ke kolong ranjang. Wanita itu barangkali mengira ia masih tidur. Wanita itu barangkali mengira, karena masih tidur maka Sandra tak akan pernah mendengar suara lenguhnya yang panjang maupun yang pendek di atas ranjang. Wanita itu juga tak mengira bahwa Sandra masih terbangun ketika dirinya terkapar tanpa daya dan lelaki yang memeluknya sudah mendengkur keras sekali. Wanita itu tak mendengar lagi ketika dikolong ranjang Sandra berbisik tertahan-tahan “Mama, mama …” dan pipinya basah oleh air mata.
“Waktu habis, kumpulkan semua ke depan,” ujar Ibu Guru Tati.
Semua anak berdiri dan menumpuk karanganya di meja guru. Sandra menyelipkan kertas di tengah.
Di rumahnya, sambil nonton RCTI, Ibu Guru Tati yang belum berkeluarga memeriksa pekerjaan murid-muridnya. Setelah membaca separo dari tumpukan karangan itu, Ibu guru Tati berkesimpulan, murid-muridnya mengalami masa kanak-kanak yang indah.
Ia memang belum sampai pada karangan Sandra, yang hanya berisi kalimat sepotong:
Ibuku seorang pelacur…
                     
Palmerah, 30 November 1991

Sunday, 19 February 2017

Nando Rangga Wijaya

Dari judul ini saja sudah keliatan kalau postingan ini akan menjelas profile tentang saya. Mulai dari nama, namaku Nando Rangga Wijaya biasa di panggil Nando, bisa juga panggil Rangga atau Wijaya, sesuka kalian mau panggil apa. Asli Malang, tepatnya tinggal di daerah Singosari. TK di Singosari,TKku bernama TK Trisula,lalu menjelanjutkan SD di Singosari yaitu SD Pagentan 1. Melanjutkan ke tingkat menengah pertama di SMP Negeri 5 Malang.Sebelum kuliah di Universitas Muhammdiyah Malang, saya SMA di SMA BSS (Brawijaya Smart School). Tinggiku sekitar 160cm, termasuk pendek bagi seorang laki-laki. Berat badanku put tidak seperti kebanyakan orang lain yaitu 50kg yang termasuk kurus. Saya memiliki dua saudara, kakak saya yang pertama laki-laki yang sekarang masih kuliah di Universitas Diponegoro Semarang. Sedangkan Kakak saya yang kedua perempuan lulusan Binus University dan sudah kerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Saya memiliki dua anjing kesayangan yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri. Mereka memiliki nama Diego dan Messy.
Yaaaa cukup sekian dari profile saya yang belepotan dalam bahasanya......... Terima Kasih :)

NIM : 201610040311038